Manfaat Buah Delima

Advertisement

Mungkin tak banyak orang tahu mengenai manfaat buah delima. Buahnya yang bulat, sebesar jeruk, dan berkulit keras ini banyak ditanam orang di kebun atau halaman rumah. Tak heran, buah delima lantas dianggap sebagian besar orang sebagai tanaman hias.Padahal, kenyataannya tidaklah demikian. Buah unik karena daging yang berbentuk butiran-butiran kecil ini telah banyak dimanfaatkan oleh orang-orang zaman dahulu. Buah bernama latin Punica granatum ini sejak dulu digunakan sebagai minuman karena rasanya yang segar. Bukan itu saja.

Selain enak dimakan dan segar diminum, delima ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai obat guna menyembuhkan berbagai penyakit. Itulah sebabnya buah asal Persia ini begitu cepat menyebar ke Mediterania dan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Karena, selain manfaatnya yang luar biasa, rupanya delima juga bisa tumbuh di semua iklim di dataran rendah dengan ketinggian 0 – 1.600 m dpl. Meski begitu, delima akan tumbuh jauh lebih subur jika ditanam di tanah kering dan gembur. Delima yang oleh orang Prancis disebut pomegranate (apel berbiji) ini juga mempunyai warna yang beragam. Yaitu, merah, putih, merah jambu, coklat kemerahan, hijau keunguan, hijau kekuningan, dan ungu kehitaman.

manfaat buah delimaDaunnya berbentuk taji, tangkainya bulat panjang dan bunganya berwarna putih. Dagingnya manis, ada yang berwarna putih dan merah muda. Sedangkan bijinya berwarna putih kemerahan dengan rasa manis tapi agak asam. Di Indonesia sendiri, ada tiga jenis delima yang sering dijumpai, yaitu delima putih, delima merah dan delima ungu. Bahkan, di beberapa daerah, delima memiliki sebutan yang berbeda. Sebutan-sebutan itu antara lain glima (Aceh), glineu mekah (Gayo), dhalima (Madura), gangsalan (Jawa), dalima (Sunda) dan teliman (Sasak). Buah yang kurang familiar dan jarang diingat orang ini ternyata memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Warna buahnya yang beragam, sedikit membedakan zat yang dikandungnya.Tetapi hal itu tak menjadi soal. Karena, meski sedikit berbeda, namun manfaat dan siatnya sama-sama baik untuk kesehatan.

Khasiat Kandungan Delima

Dalam delima banyak terkandung zat gizi. Betapa tidak. Dalam kulitnya saja terkandung zat samak dan zat lendir yang berfungsi menghasilkan hemostatik untuk mengatasi keputihan dan mengecilkan pori-pori kulit. Kulit akarnya mengandung banyak alkaloida yang ampuh membunuh cacing dalam tubuh. Buahnya kaya akan vitamin C dan asam malat melebihi apel, pear, peach, plum, apricot dan pisang. Banyaknya khasiat delima, memungkinkan bagi setiap orang mengkonsumsinya dengan cara apapun. Tetapi, jika Anda tertarik mencoba mengolah delima menjadi minuman, akan lebih baik menyertakan bijinya juga.

Karena biji delima mengandung polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Dalam satu buah delima, terkandung zat seperti asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltose, tannin, vitamin A , vitamin C, protein, lemak, karbohidrat, kaiori, serat kasar, air dan mineral (kalsium, fosfor, zat besi, magnesiurn, natrium dan kalium). Zat-zat tersebut berkhasiat mengatasi sakit perut, disentri, diare, pendarahan, gangguan pencernaan, sariawan, muntah darah, batuk darah, TBC, radang tenggorokan, radang telinga, kanker, jantung, hipertensi, kolesterol, sakit gigi, mengobati luka, penyakit kulit, keputihan, cacingan, menurunkan berat badan. Setelah mengetahui banyaknya khasiat yang diperoleh dari delima, mungkin kita akan berpikir seribu kali untuk berobat ke dokter. Karena, jika kita dapat mengobati penyakit dengan harga lebih terjangkau dan 100 % alami, kita bisa feblh menghemat uang untuk keperluan yang lain.

Delima Penangkal dan Penawar Kanker

Penelitian telah dilakukan guna menemukan obat bagi penyakit ganas yang bernama kanker. Dari berbagai penelitian, diketahui bahwa dalam biji delima terkandung zat yang disebut polifenol. Yaitu, zat yang berfungsi menangkal serangan radikal bebas pemicu tumbuhnya sel-sel kanker. Dengan adanya polifenol yang terkandung datam delima, jika dikonsumsi akan mematikan sel-sel kankdalam tubuh. Lebih hebatnya lagi, bagi seseorang yang terlanjurmengidap kanker, ekstrak biji delima yang sudah terfermentasi dapat membantu memulihkan sel yang terjangkit kanker menjadi normal kembali. Selain sebagai pencegah kanker, polifenol rupanya juga turut berperan sebagai antioksidan pencegah radikal bebas penyebab penuaan dan juga kemungkinan terjangkit penyakit Alzheimer. Dalam satu buah delima, umumnya mengandung kurang lebih 800 biji. Polifenol dari biji delima dikatakan ampuh sebagai antioksidan karena mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan asam folat. Zat-zat tersebut berperan penting dalam fungsi organ jantung.

Cara Mengolah Delima

Hampir seluruh bagian dari tanaman delima dapat dimanfaatkan sebagai obat. Mulai dari kulit akar, kulit kayu, daun, bunga, kulit buah, daging hingga biji. Tetapi, bagian yang biasa dikonsumsi adalah daging dan bijinya. Untuk mengkonsumsinya, bisa dengan cara dimakan begitu saja atau diolah menjadi makanan dan minuman seperti rujak buah, salad buah, jus, sari buah, atau pudding buah.

Advertisement