Manfaat Daun Pegagan

Advertisement

Manfaat daun pegagan dalam dunia herbal sudah dikenal sejak akhir abad 19an. Tanaman herba ini juga sudah digunakan secara turun temurun dalam masyarakat di Asia dan Afrika. Penggunaannya di Indonesia semakin marak setelah penelitian dan uji klinis akan herba ini menunjukkan hasil yang positif akan efeknya terhadap kesehatan. Pegagan (Cantella asiatica L.) di Indonesia memiliki nama lokal yang beragam. Daun kaki kuda, daun aga, pegagan (Sumatera); cowet, gompeng, calingan rambat (Jawa/Sunda); pegagan, daun tungke-tungke (Sulawesi); kostekosan (Madura).

Pegagan merupakan jenis tanaman liar yang tidak terlalu tinggi. Panjang tanaman ini dapat mencapai 10-50 cm. Daun pegagan berbentuk seperti kipas degan warna hijau dan permukaan yang agak licin. Bagian tepi daun agak melengkung ke atas, bergerigi, dan terkadang berambut. Daun pegagan dalam satu pohon dapat mencapai 2-10 helai. Bunga pegagan berukuran sangat kecil. Bentuk bunganya bundar lonjong dan runcing ke ujung. Sedangkan buah pegagan memiliki kulit yang keras, berawarna kuning, berbentuk lonjong pipih, dan menggantung. Buah ini memiliki aroma yang wangi namun rasanya pahit.

Manfaat Daun Pegagan

Khasiat Kandungan Pegagan

Pegagan mengandung nutrisi yang cukup beragam dan kaya, serta sedikit protein dan minyak atsiri. Beberapa senyawa aktif dannutrisi yang dikandung oleh pegagan adalah asiaticoside, brahmic acid, modasiatic, mesoinosetol, centellose, carotenoids, tannin, mucilago, resin, fosfor, K, Na, Ce, protein, serta vitamin B. Pegagan yang memiliki rasa yang tajam dan agak pahit ini dipercaya memudahkan proses pencernaan dan dapat berfungsi sebagai pencahar. Selain itu, tanaman ini juga dapat menyejukkan atau mendinginkan, menambah nafsu makan, menenangkan saraf, mengembalikan tenaga, mengurangi dahaga, memperindah suara, meningkatkan jumlah sel darah merah, memperkuat struktur jaringan tubuh, hingga menyembuhkan gangguan ringan pada hati dan limpa yang membengkak.

Khasiat dari pegagan sudah dirasakan sejak lama oleh masyarakat di India. Mereka menggunakan serbuk daun pegagan untuk diseduh bersama susu. Mereka memercayai ramuan ini dapat mempertajam ingatan mereka, menjadikan mereka awet muda, serta menjaga kesehatan tubuh mereka. Berdasarkan penelitian, pegagan diketahui mampu merevitalisasi pembuluh darah sehingga peredaran darah ke otak menjadi Iancar. Hasilnya, terjadi penambahan kapasitas kerja neurotransmitter di otak yang fungsinya untuk mengingat dan belajar. Dengan kata lain, pegagan memang sangat baik bagi otak.

Di samping itu, ekstrak pegagan ditemukan mampu memperbaiki jaringan otak. Maka, pegagan sangat bagus diberikan untuk mempertajam ingatan, atau pada pasien penderita depresi, stress, insomnia, serta anak dengan keterbelakangan mental maupun hiperaktif. Obat lepra yang benar-benar dapat menyembuhkan secara total memang sulit diperoleh hingga saat ini. Akan tetapi, masyarakat di India dan benua Afrika ternyata malah sudah menggunakan pegagan sebagai obat lepra semenjak nenek moyang mereka.

Khasiat penumpas lepra dalam pegagan ini ternyata disponsori kandungan asiaticoside. Berdasarkan penelitian yang ada, asiaticoside dalam pegagan dapat mengalahkan bakteri penyebab lepra dengan cara menembus lilin pelindung bakteri untuk kemudian membunuh bakteri lepra. Selain itu, kandungan senyawa triterpenoida dalam pegagan dipercaya memiliki efek antilepra dan antisifilis. Maka, pegagan secara tidak langsung juga dapat mencegah terjadinya lepra.

Pegagan Untuk Kecantikan

Pegagan juga mengandung beberapa senyawa penting yang dapat memicu produksi kolagen I. Senyawa tersebut adalah saponin, asiatikoside, asam asiatat, dan madekasat. Dengan adanya kolagen I dapat merangsang proses penyembuhan luka. Oleh karenanya, pegagan juga digunakan dalam perawatan kulit yang mulai berkeriput, kusam, atau menunjukkan tanda-tanda penuaan dini. Bahkan saat ini pegagan mulai digunakan dalam produk perawatan kulit dan wajah karena efek pegagan yang dapat merevitalisasi kulit dan membuat kulit tampak segar dan sehat.

Bagian tanaman pegagan yang biasa digunakan dalam ramuan herba adalah seluruh bagian herba ini, terutama batang dan daunnya. Pengolahan herba ini pun beragam, bisa dengan diseduh, direbus, ataupun ditumbuk. Penggunaan pegagan pun bisa menggunakan herba kering ataupun herba segar. Saat ini pegagan dalam bentuk kapsul pun sudah tersedia di pasaran

Advertisement