Manfaat Sawi Hijau

Advertisement

Sawi hijau merupakan jenis sayuran yang sudah tidak asing lagi dan sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tanaman yang memiliki nama latin Brassica sinensis L. ini termasuk dalam keluarga Brassicaceae. Ada dua jenis sawi yang pada umumnya dibudidayakan, yaitu sawi hijau dan sawi putih. Di samping itu, juga terdapat sawi yang jarang dibudidayakan, seperti sawi keriting, sawi huma, dan sawi monumen.

Sawi hijau mempunyai batang pendek dengan daun lebar, tak bersayap, dan berwarna hijau keputih-putihan. Sedangkan, sawi putih berbatang pendek, berdaun lebar dengan warna hijau tua, bertangkai halus dan panhang, serta bersayap. Sawi hijau termasuk sayuran yang mempunyai sedikit kalori, tapi mempunyai serat tinggi dengan vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh. Berikut kandungan gizi sawi per 100 gram.manfaat sawi hijau

Manfaat Sawi Hijau Cegah Kanker

Sawi mengandung sulforaphane yang juga bersifat antikanker. Sebuah publikasi pada Journal Og Nutrition pada 2004 menunjukkan bahwa kandungan sulforaphane yang banyak pada golongan brassica (sawi-sawian) sangat efektif untuk mencegah pertumbuhan sel kanker payudara. Dari beberapa hasil studi epedimelogi, diketahui bahwa mengonsumsi sayuran dari genus brassica dapat menurunkan risiko dari beberapa jenis kanker, yaitu kanker payudara, prostat, ginjal, kolon, kandung kemih, dan paru-paru. Sawi juga mengandung fitokimia glukosinolat yang bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit, terutama kanker. Glukosinolat dapat membantu mengurangi risiko penyakit kanker serta menjinakkan sel-sel kanker abnormal. Kandungan glukosinolat ini bisa meningkatkan atau menurunkan tergantung proses pengolahan, mulai mencuci, memotong, hingga merebus.

Cara Mengolah Sawi

Khasiat sawi sebenarnya sudah banyak disadari oleh masyarakat. Namun, mereka belum tahu bagaimana cara mengolah sayuran dengan baik, sehingga khasiat yang dimiliki oleh sawi hilang. Sebelum mengonsumsi, cuci daun sawi di dalam semangkuk air dingin secara berulang sampai tidak ada pasir atau kotoran di dalam air. Saat mengolah sawi, usahakan selalu memakai api besar sehingga suhu panas tidak mengeluarkan banyak air, sehingga tidak banyak sulfur yang larut dan tetap renyah. Jangan terlalu lama mengolah atau merebus sawi karena daun sawi terlalu lunak dan aroma sulfur terlalu tajam.

Senyawa glukosinolat yang terkandung di dalam sawi bersifat mudah Iarut dalam air. Oleh karena itu, memasak sawi sebaiknya dikukus atau ditumis. Namun, apabila terpaksa harus direbus, sebaiknya jangan menggunakan air terlalu banyak dan usahakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Akan tetapi, lebih baik lagi apabila sawi baru dimasukan setelah air mendidih.

Advertisement